TV-Time, Hidup Harus Memilih?

Hmm, seminggu gak posting nih. Maklum, minggu kemaren sibuk banget, ada tugas kantor ke kota Bontang. Kebetulan, Pupuk Kaltim adalah salah satu client kantor saya, dan minggu kemaren saya berkesempatan kesana untuk melakukan upgrade aplikasi perpustakaan dan implementasi interface online catalog (untuk sementara hanya bisa diakses dalam lingkungan antar departemen di Pupuk Kaltim).

Balik ke Samarinda, langsung ngajak istri dan anak jalan-jalan. Terus, mampir di salah satu toko komputer di mal Lembuswana, hingga akhirnya saya tertarik untuk membeli TV-Tuner untuk dipasang di notebook saya. Saya pilih yang interfacenya melalui USB, dan harganya saat ini cenderung turun dan hampir sama dengan harga yang interfacenya PCMCIA. Produk yang saya pilih keluaran Gadmei UTV330+ (eb1a:50a6).

Untungnya driver untuk TV-Box ini sudah tersedia untuk Linux (saya pakai Fedora 9). Begitu selesai download (sekitar 2,5 MB dengan kompresi .tar.gz) langsung extract (jadi 11,7 MB), kemudian memodifikasi driver agar dapat mengenali jenis TV-Box tersebut, terus langsung compile. Cuma ketemu dua error deprecated tags yang bisa diakali dengan memberi komentar pada baris yang dideprecate. Setelah selesai kompilasi, terus install, pasang kabel USB, install TVTime, scan channel lewat terminal, terus jalan deh. Nih screenshotnya:


Hampir tidak ada kendala dalam installasi, namun driver yang digunakan oleh TV-Box ini ternyata menimpa module videodev bawaan default kernel. Dengan kondisi ini, driver webcam Microdia (experimental) yang saya gunakan jadi tidak bisa diload (keluar error segmentation fault). Saya coba mengubah sendiri source code videodev.c dan semua yang terkait dengan modul tersebut, namun tidak menemukan titik terang. Akhirnya, seperti apa yang dikatakan istri saya ...

"Hidup Harus Memilih"

Dan untuk saat ini, saya lebih memilih menjalankan TV-Tuner saya daripada mengaktifkan webcam saya sambil menunggu dukungan untuk kedua hardware ini dikemudian hari.