Ext3 dan Utility Pendukungnya

Karena kesibukan saya dua bulan lalu, blog ini jadi terbengkalai. Sekarang, saatnya berbagi tips. Mudah-mudahan tips kali ini dapat membantu siapapun yang membutuhkannya.

Jika anda mengenal Linux, anda tentu tidak asing dengan File System (FS) Ext3. Ya, ini merupakan file system yang digunakan oleh kebanyakan distribusi Linux saat ini. Dulu sempat populer Reiser FS sebagai alternatif Journaling File System, tetapi setelah penciptanya terseret kasus atas pembunuhan istrinya sendiri, file system ini banyak ditinggalkan oleh usernya.

Ext3 merupakan versi Journaling dari Ext2. Oleh karena itu, tool-tool untuk Ext2 masih kompatibel untuk digunakan dengan file system ini. Saya sendiri saat ini hanya menggunakan file system Ext3 untuk keperluan saya pribadi. Bahkan external drive yang saya miliki juga saya format menggunakan file system Ext3.

Ada satu fenomena menarik yang saya amati ketika menggunakan Windows. File system FAT32 sangat rentan dengan kondisi extrim. Jika PC anda tiba-tiba mati (karena listrik), berikutnya ketika anda menyalakan komputer, maka anda akan dihadapkan dengan layar Scandisk. Namun fenomena ini jarang anda temukan jika menggunakan file system NTFS.

Saya sendiri 'menuduh' NTFS tidak memberitahukan apa yang terjadi dengan data kita ketika dihadapkan dengan kondisi ini. Karena jika menggunakan file system NTFS, anda tidak dihadapkan dengan layar Scandisk dan tidak terlihat proses apapun selama booting.

Lain halnya dengan Ext3 di Linux. Anda tentu pernah menemukan fenomena di sistem operasi Ubuntu dimana harddisk anda akan di cek setelah di mount dalam jumlah tertentu atau setelah beberapa hari. Ini salah satu fitur yang menarik di Ext3, sehingga harddisk anda selalu di cek kondisinya secara berkala.

Untuk mengatur sendiri proses ini, ada sebuah utility yang sangat berguna yaitu tune2fs dan fsck. Skenario yang akan saya gunakan kali ini adalah, bagaimana cara kita mengatur proses check disk (fsck) agar sesuai dengan yang kita kehendaki.

Menjalankan fsck Setelah Beberapa Kali Mount
$ sudo tune2fs -c max-mount-count device
max-mount-count diisi dengan nilai yang anda kehendaki, misalnya jika anda mengisi 30, maka fsck akan dijalankan setelah partisi tersebut di mount sebanyak 30 kali. Untuk menonaktifkan fasilitas ini, isi nilai ini dengan angka 0 atau -1.

Isi device dengan alamat partisi Ext3 yang dikehendaki, misalnya /dev/sda1.

Menjalankan fsck Setelah Interval Sekian Waktu
$ sudo tune2fs -i interval-between-check[d|m|y] device
interval-between-check diisi dengan nilai yang anda kehendaki, misalnya jika diisi 14d, maka fsck akan dijalankan setiap 14 hari. d untuk hari, m untuk bulan dan w untuk minggu. Untuk menonaktifkan fasilitas ini, isi nilai ini dengan angka 0.

Isi device dengan alamat partisi Ext3 yang dikehendaki, misalnya /dev/sda1.

Mengubah Label Partisi
$ sudo tune2fs -L label device
label diisi dengan Volume Label yang anda kehendaki. Isi device dengan alamat partisi Ext3 yang dikehendaki, misalnya /dev/sda1.

Memaksa Lakukan fsck Pada Proses Restart Berikutnya
$ sudo touch /forcefsck
Tanpa disertai parameter apapun, jika anda menjalankan perintah ini, maka harddisk anda akan di cek pada proses restart berikutnya. Segera restart komputer anda setelah mengetikan perintah tersebut.

Dengan mengetahui perintah-perintah ini, saya merasa lebih nyaman dengan file system Ext3. Karena proses apapun yang dilakukan oleh file system ini bisa kita atur sendiri parameternya. Misalnya kita bisa non aktifkan pemeriksaan rutin (tetapi tidak direkomendasikan) dan hanya menjalankan check disk pada saat setelah system kita crash saja.