Kalimat Yang Tak Tertulis

Per tanggal 28 November 2008 yang lalu, saya menulis surat pengunduran diri kepada perusahaan tempat saya bekerja saat ini. Pertimbangan pertama yang saya jadikan alasan di dalam surat tersebut adalah keluarga.

Ya, saya sudah cukup lelah selalu berada jauh dari keluarga. Contohnya seperti sekarang ini, tiba-tiba harus tugas ke luar kota selama dua bulan untuk implementasi. Apalagi dengan mengingat banyaknya kesempatan yang terlewat untuk mengikuti perkembangan fisik dan mental anak saya yang saat ini berusia 1 tahun 3 bulan.

Sebenarnya terdapat alasan lain yang tercantum di surat pengunduran diri yang akhirnya dikirim via email ke kantor itu. Selain alasan keluarga, ada paragraf ini di dalam surat tersebut: "Saya merasakan arah yang ingin saya tuju bertentangan dengan haluan perusahaan. Saya menekuni dunia open source dan free software, namun demikian pengalaman serta ilmu ini belum bisa saya terapkan di perusahaan".

Tetapi akhirnya paragraf itu dihapus sebelum dikirim via email. Pertimbangannya adalah, kantor saya ini tentu tidak akan menanggapi paragraf itu dengan positif, karena software dan infrastruktur yang mereka kembangkan berjalan diatas platform "You Know What" (meniru "You Know Who" di Harry Potter).

Begitulah, diizinkan atau tidak, saya tetap bersikeras untuk resign dari perusahaan ini pada akhir tahun 2008. Artinya, siap-siap lagi bawa ijazah kemana-mana atau nekat menaklukan dunia dengan membuka jasa network maintenance dan software development berbasis open source :D.