Menjadi Kartu Joker Sebulan

Selamat tahun baru bagi umat muslim dan seluruh umat manusia!

Terus terang diawal tahun ini saya sedikit terhentak menyaksikan prediksi (yang menurut saya mengerikan) dari salah seorang peramal dalam sesi talkshow, sebuah acara komedi di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Terlepas dari tepat atau tidaknya prediksi peramal tersebut, tapi acara semacam ini sudah menjadi menu awal tahun, setidaknya dalam dua tahun kebelakang ini.

Saya pribadi termasuk kurang setuju dengan penayangan acara semacam ini. Alasannya, menurut saya takdir adalah rahasia Allah SWT, sehingga apa yang perlu dilakukan manusia adalah cukup berserah diri pada-Nya. Apapun yang terjadi, ya itu lah hidup, penuh dengan cobaan dan goncangan. Dan ingat, Allah menciptakan semua itu tentunya dengan alasan. Saya pernah diajari bahwa Allah tidak akan pernah memberikan cobaan yang tidak bisa dilalui oleh hamba-Nya.

Hal lain yang terjadi di awal tahun ini menyangkut profesi saya. Seperti hal yang pernah saya utarakan sebelumnya, saya berencana resign dari pekerjaan saya saat ini akhir tahun kemarin. Namun demikian, saya sepakat untuk memberikan perpanjangan waktu satu bulan hingga akhir Januari 2009 kepada kantor saya sebagai itikad baik dari saya untuk membina hubungan dengan kantor tetap harmonis.

Masa ini akan digunakan sebagai sesi backup dan transfer knowledge untuk beberapa rekan kerja. The only rule: "There are no rule". Pokoknya kerja satu bulan, tanpa jobdesc (maksudnya kerjain apapun yang bisa dikerjain), masuk semaunya (tapi kalo gak masuk gak dibayar :p). Plus mudah-mudahan sih saya termasuk daftar untuk menerima bonus tahunan yang tahun kemaren (Mode Ngarep = ON).