Mulai Kerja di Rumah

Februari 2009, adalah titik awal saya mencoba untuk membuka usaha dengan modal sendiri di rumah. Modal yang saya maksud disini bukanlah materi, tetapi hanya modal kemampuan yang saya miliki. Lalu bagaimana dengan materi? Saya anggap modal materi saya = nol.

Apa yang menjadi dasar pemikiran (kenekatan :D) saya melakukan hal ini? Bahkan beberapa teman mencoba mengingatkan status saya yang sudah berkeluarga dan bukan masanya lagi untuk "mencoba-coba". Saya akui, istri saya sendiri sempat ragu, namun pada akhirnya dia pun mendukung usaha saya.

Bagaimana cara saya ngantor di rumah ini? Menurut beberapa referensi yang pernah saya baca, bekerja di rumah juga tidak bisa sembarangan. Tetap harus disiplin terhadap berbagai hal, sebagai salah satu contohnya adalah "Waktu".

Jika kita bekerja di kantor waktu kerja kita adalah 8 jam per hari atau 40 jam seminggu, maka di rumah pun demikian. Anggaplah rumah sebagai kantor kita yang baru, namun bedanya 8 jam per hari di rumah ini lebih fleksibel.

Fleksibel? Ya, berbeda dengan di kantor, 8 jam waktu kerja kita sudah ditentukan (misalnya masuk jam 8, pulang jam 5 sore). Kalau di rumah, kita sendiri yang menentukan jam kerjanya. Yang paling penting kedisiplinan itu tadi untuk memenuhi quota 8 jam per hari.

Menurut salah satu teman kuliah saya, sudah bawaan saya dari dulu lebih betah kerja di rumah daripada ngantor :p. Iya sih, saya memang sering sekali cerita sama teman-teman bahwa saya punya impian untuk kerja dirumah dengan hanya menggunakan baju kaos dan sandal jepit. Bahkan lebih ekstrim, mereka merekomendasikan saya hanya pakai sarung saja.