Tawaran Yang Sulit Ditolak!?

Niat saya untuk menjalankan usaha sendiri, nampaknya masih belum bisa terealisasi sekarang. Tetapi saya tidak kecewa, mungkin memang belum saatnya dan saya yakin bahwa ini adalah jalan yang terbaik yang Allah berikan terhadap saya dan keluarga.

Ceritanya begini, saya sudah memasukan beberapa proposal maintenance ke beberapa perusahaan di Samarinda, dan kebetulan ada salah satu client lama yang mengetahui status saya yang sudah tidak bekerja di salah satu software house di Bandung.

Karena kebetulan mereka baru akan membentuk divisi IT, mereka kemudian menawarkan saya untuk ikut bergabung. Namun sesuai dengan komitment, saya agak berat menerima tawaran mereka.

Hingga suatu hari, saya langsung dipanggil menghadap direktur utama perusahaan tersebut dan beliau langsung memberikan penawaran yang sulit untuk ditolak.
  1. Saya ditawari posisi IT Support dan Database Administrator di perusahaan. Artinya, saya dapat gaji setiap bulan yang besarnya sepadan.
  2. Saya diberi target selama 3 bulan untuk mengembangkan aplikasi internal perusahaan berbasis web dan jika target itu tercapai, saya mendapat incentive yang cukup besar (menurut saya).
  3. Saya masih diperbolehkan mengajar dan menerima proyek di luar, selama tidak mengganggu waktu kerja dan tetap menjadikan perusahaan sebagai prioritas pertama.
  4. Saya berhak mendapat fasilitas mess karyawan jika saya mau. Namun penawaran yang satu ini saya tidak ambil, karena tempat saya mengajar lebih dekat dari tempat tinggal saat ini. Dan dari rumah ke kantor tidak terlalu jauh, cukup sekali naik kendaraan umum sekitar 15 menit.
Namun demikian, tetap saya masih memerlukan persetujuan dari istri untuk menerima atau menolak penawaran tersebut. Hingga akhirnya, mulai tanggal 16 Februari 2009 kemarin, saya resmi bergabung dengan divisi IT pada perusahaan tersebut.