Konversi Ke Ext4 Bikin Mules

Mules? Bukan mules sebenarnya, maksudnya seperti mules yang dirasakan dalam kondisi panik :D. Kenapa? Karena saya memang sangat panik! Gara-gara thread ini, saya jadi penasaran untuk langsung nekat mencoba filesystem Ext4 di installasi Fedora 10 saya.

Posting ini juga sekaligus sebagai konfirmasi bahwa Fedora 10 dapat menggunakan filesystem Ext4 dan proses konversi dari filesystem Ext3 juga relatif aman (walaupun ada efek samping "mules" tadi).

Ukuran harddisk saya adalah 80 GB. Dengan menggunakan default installasi Fedora 10, struktur harddisk saya menjadi seperti ini:
  1. /boot sekitar 190 MB dengan filesystem Ext3, sisanya jadi LVM.
  2. Pada LVM, /swap mengambil 3.94 GB dan sisanya / (root).
Nah, proses konversi yang saya lakukan adalah mengubah / (root) dari filesystem Ext3 ke filesystem Ext4. Dengan kondisi, saya tidak memiliki media apapun untuk membackup sekitar 47 GB data di harddisk saya. (Sekarang agak kebayang kan sebab mulesnya :p)

Langkah konversi saya ambil dari sini dan hal yang pertama saya lakukan adalah menjalankan perintah berikut:

# tune2fs -O extents,uninit_bg,dir_index /dev/DEV

Sebagai contoh dalam kasus saya, saya mengetikkan perintah berikut:

# tune2fs -O extents,uninit_bg,dir_index /dev/VolGroup00/LogVol00

Langkah ini sukses saya lalui. Setelah proses ini selesai, instruksi selanjutnya adalah memperbaiki struktur harddisk yang telah diubah dengan perintah:

# e2fsck -fD /dev/DEV

Dalam contoh saya, saya menggunakan perintah:

# e2fsck -fD /dev/VolGroup00/LogVol00

Dalam proses ini di layar saya keluar peringatan (warning) yang intinya jika anda menjalankan perintah ini dalam kondisi harddisk di mount, akan terjadi kerusakan data yang serius.

Dengan polosnya saya restart komputer, dan akhirnya komputer saya tidak bisa booting. (Nah, disini mulesnya kambuh :D)

Singkat cerita, akhirnya setelah seluruh cara recovery dilakukan, saya bisa membuat Fedora 10 saya melakukan booting dari filesystem Ext4.

Saya juga bisa menarik kesimpulan dari kasus diatas sebagai berikut:
  1. Untuk saat ini, biarkan partisi /boot menggunakan filesystem Ext3, karena versi GRUB yang banyak digunakan saat ini belum mendukung filesystem Ext4. Menurut referensi, perkembangan GRUB 2 Beta saat ini sudah mendukung filesystem Ext4.
  2. / (root) aman dikonversi ke Ext4, tetapi harap berhati-hati dalam menjalankan langkah konversinya.
Berdasarkan analisa saya, langkah awal konversi seharusnya adalah mengubah isi /etc/fstab agar melakukan mount filesystem yang akan kita konversi menjadi Ext4. dalam contoh saya, isi file /etc/fstab saya adalah sebagai berikut:

/dev/VolGroup00/LogVol00 / ext4 defaults 1 1
UUID=e1b920dd-a43e-483e-b40d-6e57156913cd /boot ext3 defaults 1 2

Selanjutnya segera generate initrd agar mendukung Ext4 dalam proses booting selanjutnya dengan perintah:

# mv /boot/initrd-`uname -r`.img /boot/initrd-`uname -r`.img.old

# mkinitrd --with=ext4 /boot/initrd-`uname -r`.img `uname -r`

Setelah sukses memperoleh initrd yang sudah mendukung Ext4 dalam langkah diatas, barulah proses konversi pada bagian awal artikel tadi dilakukan.

Namun demikian, saya menyarankan agar proses tersebut dilakukan dari LiveUSB atau Rescue mode agar filesystem yang dikonversi tidak dalam kondisi sedang aktif (di mount).

Jika anda penasaran berapa lama proses yang saya lakukan untuk konversi ini (beserta segala kepanikannya :p), anda dapat mengukur waktu dari saya membalas thread diatas hingga terbitnya posting ini dikurangi perkiraan berapa lama saya menulis artikel ini :D.