NVRaid -> dmraid = fakeRAID!

Kronologisnya begini, kantor saya salah beli server untuk project di salah satu gedung pemerintahan di Kaltim. Gak tanggung-tanggung, belinya tiga unit dan pada akhirnya spek yang ditawarkan kantor direject. Kejadiannya sih sebelum saya gabung di kantor ini, jadi saya belum terlibat dalam pemilihan spek ketiga server tersebut.

Server yang dimaksud adalah HP Proliant ML115. Yup, anda dapat menduga kenapa spek server ini direject. Yang pasti spek standardnya memang kurang memenuhi persyaratan untuk penggunaan tingkat menengah keatas (beban tinggi).

Pada akhirnya yang kembali ke kantor ada dua unit server, karena yang satu unit ternyata terjual di lokasi project. Dan kesimpulannya perusahaan menginstruksikan agar kedua server ini bisa digunakan.

Saya berinisiatif untuk menggabungkan RAM dan Harddisk kedua server tersebut ke satu server saja dan satu lagi akan digunakan untuk cadangan (sparepart) saja. Hasilnya, meskipun keduanya sudah digabung, spek server ini hanya menghasilkan sebuah server dengan RAM 1 GB DDR 2 ECC dan Harddisk 160 GB (2x 160GB RAID 1).

Syukurnya Permintaan Barang (PB) untuk mengoptimalkan server ini disetujui. Dan tadi pagi, akhirnya datang juga pesanan 2 unit Harddisk 500 GB dan 2 pcs RAM DDR2 ECC masing-masing 2 GB. Sehingga spek server ini sekarang menggunakan total 5 GB RAM DDR 2 ECC dan 660 GB Harddisk (2 x 160 GB plus 2 x 500 GB yang baru).

Sebelumnya di server ini sudah terpasang sistem operasi Fedora 10 pada harddisk yang dikonfigurasi RAID 1 melalui BIOS. Chipset server ini keluaran nVidia, begitu juga dengan RAID controllernya (NVRaid). Namun dari beberapa referensi yang saya dapat, NVRaid ini ternyata Software RAID atau biasa juga disebut dengan fakeRAID. Jika ini memang RAID Software, maka tidak ada bedanya dengan jika kita menggunakan mdadm.

Untuk sistem RAID semacam ini, baik yang disediakan oleh nVidia maupun yang terdapat pada mainboard Intel, software RAID managementnya bisa menggunakan dmraid. Sudah default terinstall pada sistem operasi Fedora 10.

Saya tidak memiliki masalah untuk melakukan installasi Fedora 10 dengan konfigurasi RAID 1 melalui BIOS untuk array yang pertama (2 x 160 GB). Sistem operasi Fedora dapat mengenali device mapper untuk NVRaid tersebut, melakukan installasi diatasnya dan GRUB pun sukses melakukan booting dari konfigurasi tersebut.

Nah, masalahnya timbul ketika saya memasang harddisk yang baru untuk array kedua (2 x 500 GB). Jika saya menggunakan konfigurasi dari BIOS, saya hanya berhasil melakukan konfigurasi hingga device mapper array kedua dikenali oleh sistem, namun ketika akan saya tambahkan ke LVM, konfigurasi array kedua tidak dikenali.

Dalam beberapa referensi juga disebutkan bahwa dmraid ini masih belum 'nyambung' dengan pvcreate (tools LVM untuk menambah Physical Drive). Dan saya sendiri sudah putus asa karena sulit sekali menemukan referensi di internet yang kondisinya sama dengan apa yang saya hadapi.

Bahkan sampai dengan akhirnya saya putuskan untuk menginstall ulang server ini (karena belum production), saya juga menemukan masalah lainnya. Jika konfigurasi yang sekarang ini (2 array) saya gunakan untuk menjalankan installasi Fedora 10, maka installasi akan berhenti pada bagian pengaturan partisi. Tetapi jika hanya menggunakan 1 array saja, installasi dapat terus lanjut hingga selesai.

Saya belum bisa menyimpulkan dari mana akar permasalahan masalah ini. Yang jelas NVRaid dengan dmraidnya ternyata belum berjalan mulus. Ketika saya pulang ke rumah dan kembali membaca tulisan Kang Onno, saya temukan bahwa pengalaman beliau pun lebih mudah menggunakan Software RAID (dengan mdadm) daripada menggunakan RAID bawaan mainboard.

Jadi rencana saya, hari Senin besok saya akan buat konfigurasi server itu menjadi seperti ini. 1 Array (2 x 160 GB) akan saya konfigurasi melalui BIOS dan hanya digunakan untuk sistem operasi, swap, squid cache plus data-data lain yang tidak crusial. Sedangkan 1 array lainnya (2 x 500 GB) akan saya konfigurasi menggunakan mdadm yang menurut perkiraan saya seharusnya lebih kompatibel dengan LVM.

Pertimbangan ini juga didasari dengan kemudahan dalam hal melakukan manage data yang crusial dan monitoring kondisi harddisk dikemudian hari.