Rosegarden & SoundFont = Mantaps!

Saya adalah pecinta musik, setelah merasa diri gagal dalam jalur sebagai musisi :p akhirnya saya banting setir menjadi pekerja IT. Ketika SMA saya senang membuat komposisi musik dengan menggunakan aplikasi Cakewalk di Windows.

Karena saya tidak memiliki sound card yang SoundFont capable seperti produk dari Creative atau TurtleBeach, saya tidak bisa mencicipi fasilitas SoundFont. Jadi pada saat itu saya membuat komposisi dengan menggunakan Software Synthesizer Yamaha SYXG50.

Saya sebenarnya sudah mengenal Rosegarden sejak saya mengenal Linux. Tentunya ketika mulai migrasi ke Linux, dulu saya juga mencari aplikasi yang sama dengan Cakewalk untuk membuat komposisi musik. Namun pada saat itu saya belum terlalu mengeksplorasi lebih lanjut bidang ini.

Berbekal informasi bahwa di Linux kita bisa menggunakan SoundFont seperti Software Synthesizer dengan FluidSynth, akhirnya saya mencoba mencari tahu bagaimana cara melakukan konfigurasi FluidSynth sehingga bisa digunakan oleh Rosegarden untuk memanfaatkan bank suara dari file-file SoundFont.



Gambar 1

Stack aplikasi (seperti pada Gambar 1) yang saya gunakan adalah JACK Audio Connection, FluidSynth dengan menggunakan interface QSynth dan file SoundFont. Sehingga, sebelum aplikasi Rosegarden dijalankan, seluruh service dan aplikasi ini harus jalan terlebih dahulu.

QSynth menyediakan fasilitas untuk manajemen file-file SoundFont secara langsung (Gambar 2). Anda dapat menentukan sendiri prioritas file SoundFont mana yang diinginkan untuk diload.



Gambar 2


Setelah semua ok, kita tinggal jalankan Rosegarden. Dalam preview berikut (Gambar 3), saya menggunakan file MIDI "Negeri Diawan - Katon Bagaskara" yang saya ambil dari situs Harodilia.


Gambar 3

Rosegarden membutuhkan aplikasi LilyPond untuk melakukan pengeditan note balok seperti pada gambar diatas.

Dengan demikian bagi anda yang berprofesi sebagai musisi, anda tidak perlu khawatir dengan kemampuan Multimedia di Linux sekarang ini.