Review HT G30 Lanjutan

Jika sebelumnya saya menulis fitur-fitur yang menarik dari ponsel HT G30, saat ini saya akan coba memberikan pengalaman saya setelah beberapa minggu menggunakan ponsel ini.

Secara keseluruhan saya puas, dari sisi pengguna Linux, ponsel ini bisa terdeteksi oleh aplikasi Wammu (walaupun hanya bisa membaca versi software dan membaca phonebook saja). Saya lebih takjub ketika menggunakan mode webcam, ternyata di Fedora 11 langsung terdeteksi dan bisa ditest lewat aplikasi Cheese. Tetapi resolusi maksimal untuk webcam hanya 320x240 pixels saja.

Untuk built in Java VM dari JBlend memang perlu sedikit rajin untuk mencari aplikasinya yang kompatibel. Tetapi aplikasi seperti Opera Mini, eBuddy, Nimbus, MidpSSH, Twim, MiniCommander, MyNotes, QRBasic, sukses diinstall tanpa masalah.

Masalah setelah upgrade firmware? Secara umum permasalahan dan bug di software lama sudah ada yang diperbaiki. Tetapi firmware yang terakhir ini (entah apakah ada juga di versi sebelumnya) memiliki masalah krisis yang relatif mengganggu. Jika anda gagal melakukan panggilan (Network Failed) dari SIM 2, ponsel akan melakukan restart dan tidak bisa hidup lagi terkecuali dicabut dulu baterainya.

Lalu bagaimana saya memperlakukan ponsel ini? Saya anggap sebagai terminal kecil saya, bahkan saya sengaja membuat micro blog yang selalu saya posting menggunakan ponsel ini dengan aplikasi KBLOG.