Berubah Untuk Memberikan Perubahan

Sebelum lanjut kedalam isi artikel yang akan saya tulis, terlebih dahulu saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H, minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin bagi seluruh umat Islam yang merayakannya.

Dalam cuti bersama tahun ini, seluruh aktifitas saya di depan komputer termasuk di Internet juga diliburkan karena mengingat waktu cuti yang begitu pendek dan ingin saya optimalkan untuk keluarga kecil saya di rumah. Alhamdulillah, dalam liburan kali ini saya berhasil memberi putri pertama saya pengalaman pertamanya untuk bermain di salah satu taman air (water park) di Samarinda.

Saya menulis artikel ini karena teringat beberapa waktu lalu ketika saya membaca sebuah artikel di salah satu majalah yang dikeluarkan oleh salah satu maskapai penerbangan di tanah air. Dalam artikel majalah itu, saya menemukan sebuah tema yang intinya adalah "untuk mengubah sesuatu yang besar, dimulailah dengan mengubah diri sendiri".

Dalam artikel itu disebutkan bahwa kalimat yang mengandung tema tersebut tercatat dalam sebuah batu nisan di Eropa. Tulisan pada batu nisan itu cukup terkenal namun sayangnya saya tidak ingat detailnya milik siapakah batu nisan tersebut. Jika rekan-rekan ada yang mengetahuinya, mohon berikan informasinya kepada saya ...

Baik, saya akan memberikan contoh mengenai hal ini dalam kehidupan nyata. Masih ingat tulisan saya ketika saya mengundurkan diri dari perusahaan tempat kerja saya sebelumnya? Dalam tulisan tersebut, salah satu alasan pengunduran diri saya yang tidak tertulis adalah sebagai berikut:

"Saya merasakan arah yang ingin saya tuju bertentangan dengan haluan perusahaan. Saya menekuni dunia open source dan free software, namun demikian pengalaman serta ilmu ini belum bisa saya terapkan di perusahaan".

Kenapa saya menulis demikian? Pada saat itu perusahaan tersebut belum memanfaatkan penggunaan aplikasi open source dengan optimal. Keinginan saya untuk memberikan masukan bagi perusahaan tidak dapat tersampaikan karena ruang lingkupnya terlalu besar. Sebutlah pihak manajemen, produksi, customer support, direksi dan departemen lainnya.

Dapat dibayangkan jika kita berusaha untuk mengubah kebiasaan atau sistem yang sudah ada terlebih dengan banyaknya komponen yang terlibat, tentunya akan sangat sulit. Terlebih lagi jika yang menyuarakan hal tersebut hanya satu orang. Bisa jadi hampir tidak mungkin bisa dilakukan.

Pada akhirnya saya tetap berjalan sendiri dengan perubahan tersebut. Saya kerap sekali mencontek dalil orang lain dalam misi saya mensosialisasikan aplikasi open source termasuk sistem operasi Linux. Yang paling sering saya gunakan adalah "Halal atau haram sesuatu itu bergantung juga pada prosesnya". Seperti halnya buah anggur yang halal, namun jika diproses menjadi minuman memabukkan pun bisa jadi haram.

Penggunaan aplikasi ilegal dalam pekerjaan kita untuk mencari rezeki harus diperhatikan. MUI sudah mengeluarkan fatwa haram dalam penggunaan aplikasi bajakan (ilegal) karena ada hak orang lain yang kita ambil manfaatnya dalam aplikasi tersebut. Walaupun sebagian ada yang menganggapnya sebagai Jihad (dengan alasan menggunakan aplikasi ilegal berarti tidak membayarkan uangnya ke Amerika yang notabene produsen aplikasi tersebut :D).

Dari perubahan dalam diri saya sendiri untuk beralih ke aplikasi open source, hingga pada akhirnya saya dapat mempengaruhi orang-orang terdekat saya untuk menggunakan aplikasi open source, hingga akhirnya mereka bisa memigrasikan perusahaan tempat mereka bekerja untuk menggunakan aplikasi open source. Akhirnya saya menyadari bahwa cara ini efektif. Terlebih lagi dengan sifat dasar manusia yang tidak dapat dipaksa untuk berubah.

Maka dari itu, "Berubah Untuk Memberikan Perubahan" ...