Yang Pertama Adalah Yang Selalu Diingat!

Lama sekali saya tidak menulis artikel di blog ini. Hal ini disebabkan karena kesibukan saya dan load saya yang sangat tinggi di kantor. Hingga pada akhirnya saya memanggil bala bantuan dengan mengisi formulir untuk permohonan penambahan karyawan divisi IT melalui HRD.

Sekarang saya bisa bernapas lega karena telah dibantu oleh dua rekan kerja yang memiliki peranan masing-masing dalam divisi yang saya pimpin. Saya sebenarnya kurang setuju dengan adanya struktur organisasi seperti ini, saya ingin menganggap kita sebagai tim IT saja, namun terkadang birokrasi di perusahaan menjadikan saya sebagai penanggung jawab (pimpinan) divisi secara tidak langsung.

Adalah tantangan terberat saya ketika masuk ke perusahaan ini karena pada awalnya divisi IT di perusahaan ini belum ada. Sistem penunjang operasional divisi IT di perusahaan dari mulai hardware, software, prosedur baku dan formulir-formulir ISO untuk divisi IT belum seluruhnya tersedia.

Saya merasa sangat beruntung karena saya mengalami pengalaman ini dalam karir saya. Suatu kebanggaan yang tidak ternilai ketika kita menjadi bagian dari sebuah proses awal penciptaan sesuatu. Senior saya pernah berkata bahwa "yang pertama adalah yang selalu diingat". Tentunya kita harus memberikan kesan yang baik karena jika tidak, maka yang diingat selamanya adalah keburukan kita.

Pernah saya ditawari bekerja di salah satu BUMN terkenal di kota kelahiran saya. Namun bukan hanya masalah salary, pertimbangan saya didasari oleh keinginan saya untuk terus memiliki kesempatan belajar dan menciptakan sesuatu. BUMN tersebut sudah menjadi besar dengan atau tanpa kehadiran saya untuk bergabung. Jika saya berada didalamnya pun saya hanya merupakan bagian dari sistem yang sudah berjalan, saya hanya berfungsi sebagai salah satu cog (roda gigi) perusahaan yang sebenarnya bisa diisi oleh siapapun.

Tetapi jika kira berada di perusahaan yang sedang berkembang, terlebih lagi jika mengikuti dari awal perkembangannya, kita bisa melihat setiap perubahan terhadap perusahaan tersebut hingga pada akhirnya kita bangga bahwa sesuatu yang kita rintis di perusahaan tersebut menjadi besar dan kita akan selalu diingat sebagai perintis walau pada kita sudah tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut.