Berapa Sih Harga Sekering?

Setelah sekian lama akhirnya baru sekarang ini saya sempat nulis di blog lagi, dari akhir bulan Januari lalu kesibukan saya meningkat karena proses pindahan rumah. Jarak dari tempat saya tinggal sekarang ke kantor mungkin sekitar tiga kali lipat jarak sebelumnya waktu masih kost.


Oleh karena jarak yang cukup jauh itu, kondisi motor operasional saya yang sudah udzur harus tetap fit :p. Kalau tidak, saya mungkin tidak bisa berangkat ke kantor karena tidak ada angkutan umum yang lewat ke daerah tempat saya tinggal sekarang.

Dari mulai mesin sampai dengan kelistrikan semua di cek sebelum pindahan di sebuah bengkel dekat kantor untuk menjamin kondisi motor tetap baik. Namun setelah dua minggu operasional, akhirnya motor jadul ini mulai menunjukkan gejala-gejala tidak beres.

Gejala pertama dua hari yang lalu ketika perjalanan pulang dari kantor ke rumah, tiba-tiba klakson dan lampu sein mati. Kecurigaan pertama tentu di wilayah kelistrikan motor dari mulai aki sampai sekering. Segera ketika sampai di rumah saya langsung bongkar bagian tersebut dan akhirnya saya menemukan sesuatu yang sangat mengganggu.

Hal yang mengganggu saya adalah ternyata sekering yang terpasang sebelumnya sudah rusak, dan orang bengkel hanya mengakalinya dengan memasang dua helai kabel serat tembaga. Tentu saja saya jengkel karena saya sebelumnya telah berpesan pada mekanik di bengkel tersebut untuk membereskan kelistrikan di motor saya.

Lebih parah lagi, ternyata konektor kutub negatif di aki juga hampir terbakar dan pembungkus kabelnya sudah hangus dan lembek. Dan hal ini lah yang menyebabkan klakson dan lampu sein tiba-tiba mati. Karena konektor negatif di aki hampir putus akibat tidak mampu menahan arus listrik dari aki (akibat kabel yang dipasang terlalu kecil). Padahal seluruh kabel dan konektor ini baru dipasang sebelum pindahan.

Untungnya keesokan harinya saya menemukan bengkel yang menjual sparepart dan buka pagi (sekitar jam 7:30 WITA). Langsung saja saya membeli seluruh kabel dan konektor dari aki ke sekering (termasuk sekeringnya) dan ternyata semua itu tidak lebih dari 20rb rupiah karena saya pasang sendiri.

Saya tidak bisa memahami pola pikir montir di bengkel tersebut. Dia yang seharusnya lebih paham terhadap kondisi motor tersebut memilih untuk mengambil resiko yang akibatnya bisa fatal dikemudian hari. Yang paling simple adalah kasus sekering itu tadi, emang berapa sih harga sekering sampe harus diakalin segala. Padahal bengkel tersebut menjual sekering juga :(

Setelah seluruh masalah kelistrikan beres, sekarang ini timbul masalah baru. Karena tadinya motor ini cuma digunakan untuk jarak dekat, setelah sekarang digunakan untuk jarak jauh dan mesin panas, terjadi rembesan oli di beberapa bagian mesin. Hal ini wajar terjadi pada motor-motor yang sudah tua dimana terjadi kerenggangan seal dan gasket mesin ketika mesin panas.

Saya sendiri memaklumi hal yang satu ini karena saya menyadari bahwa motor tersebut sudah tua :p. Kemungkinan agenda selanjutnya adalah ganti seluruh gasket dan seal pelindung oli mesin supaya tidak merembes keluar.