Explorasi Android: Bagian I

Dari sekian banyak pengaruh terhadap diri saya untuk "mencicip" sistem operasi Android di ponsel, pengaruh terakhir datang dari Milisdad dalam komentar yang diberikan pada artikel terakhir saya.

Sering kali juga saya lihat postingan beliau di Twitter mengenai seminar perbandingan antara iPhone dan Android, termasuk beberapa situs di internet juga kerap sekali membandingkan kedua OS tersebut.

Saya sangat tertarik dengan sistem operasi Android, dengan alasan yang sama yang saya pikirkan untuk menggunakan sistem operasi Linux. Saya menyukai Linux dan bahasa pemrograman JAVA, dan Android dibangun diatas kernel Linux juga mirip JAVA karena menggunakan DalvikVM.

Jika pepatah orang dulu mengatakan kalau jodoh nggak kemana :p, ternyata kesempatan untuk memiliki ponsel berbasis Android ini datang juga ^_^, sebagai kompensasinya, saya harus rela "melepas" ponsel IJBO saya yang baru saya "pegang" beberapa saat. Saya berani menukar kedua ponsel tersebut setelah memastikan ada aplikasi SSH Client yang native berjalan di Android (bukan aplikasi JAVA MIDP).

Ponsel Android yang saya pilih adalah Samsung GALAXY SPICA i5700. Ada kebingungan di pasaran (termasuk saya sendiri) bahwa kerap sekali orang menyebut ponsel ini GALAXY.

Namun jika mengacu ke situs-situs review ponsel, GALAXY SPICA (i5700) dan GALAXY (i7500) merupakan seri yang berbeda. GALAXY SPICA dapat dikatakan sebagai versi lite dari GALAXY. Itulah sebabnya harga ponsel ini relatif dibawah ponsel-ponsel Android yang lain.

ROOTED atau NON-ROOTED

Saya tidak memiliki bayangan sama sekali ketika saya membaca artikel mengenai istilah ROOTED dan perbedaannya dengan standard pabrik NON-ROOTED. Namun setelah mencoba bergabung di komunitas pengguna ponsel Android, baru saya mengerti tujuan mengapa ponsel Android perlu di ROOT.

Android telah dibungkus sedemikian rupa untuk end-user. Dari sisi keamanan dan kemudahan, menggunakan ponsel Android standard serasa menggunakan ponsel lain pada umumnya. Bahkan saya sendiri tidak merasa bahwa ini adalah ponsel Linux.

ROOTED merupakan modifikasi sistem Android agar kita atau aplikasi yang kita pasang dapat menggunakan hak akses sebagai ROOT untuk melakukan akses terhadap system. Sama seperti menggunakan perintah 'su' di sistem operasi Linux.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan modifikasi ini, ada yang hanya mengupgrade kernel image menggunakan kernel dari pihak ketiga, ada juga yang menggunakan custom ROM untuk merombak sistem secara keseluruhan. Saya pribadi lebih menyukai cara pertama karena saya lebih suka mempertahankan firmware bawaan Samsung.

Android 2.1 (Eclair) yang digunakan pada ponsel tersebut, dibangun diatas kernel Linux 2.6.29. Modifikasi yang dilakukan untuk mendapatkan akses ROOT adalah dengan mengganti kernel image (bzImage) dan menambah aplikasi pendukung di file system Android.

Untuk anda yang sudah lama mengenal sistem operasi Linux, tentunya anda paham bahwa modifikasi ini tidak berbahaya. Alasannya, karena kita hanya mengganti kernel image dengan versi modifikasi yang dibangun dari source kernel yang sama dengan yang digunakan oleh Samsung. Dan menambahkan beberapa binary executable kedalam file system Linux.

Sayangnya, untuk proses awal modifikasi ini kita masih memerlukan software Odin yang berjalan diatas sistem operasi Windows. Namun jika kita sudah menggunakan versi ROOTED dari LeshaK, untuk update kernel berikutnya bisa langsung dilakukan melalui menu (menyerupai Grub) standard LeshaK kernel.

-- Bersambung --