Explorasi Android: Bagian II

Melanjutkan artikel saya sebelumnya, kali ini saya akan membahas mengenai Samdroid dan "produk" kernel dan library modifikasi yang diberikan oleh komunitas tersebut.

Artikel ini kemungkinan tidak umum, karena ponsel berbasis Android sangat variatif. Samdroid lebih spesifik merupakan basis komunitas pengguna ponsel Android dari produsen Samsung, terutama untuk tipe GALAXY SPICA i5700. Walau pun ada juga thread yang membahas Google Nexus One (HTC) dan GALAXY i7500, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Sehingga forum ini lebih cocok untuk anda yang memiliki ponsel Samsung GALAXY SPICA i5700 (i5700).

Jika anda pemilik ponsel i5700 dan bermaksud mengaktifkan root dalam ponsel anda, ada dua metode yang dapat anda lakukan, yaitu:
  1. Tetap mempertahankan firmware bawaan dan hanya mengubah kernel saja.
  2. Mengubah seluruh partisi system dengan firmware dari Samdroid termasuk kernel.
Dalam artikel sebelumnya, saya memilih cara pertama karena saya ingin mempertahankan firmware bawaan. Namun pada akhirnya saya merombak total seluruh file system dengan firmware Samdroid, karena sudah dilengkapi dengan tools-tools yang memudahkan kita untuk melakukan modifikasi terhadap file system.

Salah satunya Samdroid Tools yang memungkinkan kita untuk mengaktifkan apps2sd (memindahkan aplikasi ke SD) dengan sekali "tap" pada layar :D. Selain itu, Samdroid juga mengeluarkan versi Wireless Tether yang khusus dimodifikasi untuk ponsel i5700. Aplikasi ini digunakan untuk menjadikan ponsel kita sebagai wireless access point (mini hotspot).

Saya sangat menyarankan anda untuk menggunakan cara kedua, namun untuk menambah keberanian anda dalam melakukan modifikasi ini, saya akan memberikan gambaran bahwa jika anda sering berurusan dengan flashing smartphone (atau PDA phone), anda tentu mengenal ada beberapa area yang kita flash. Dan untuk modifikasi ini, anda hanya perlu memodifikasi area PDA saja, yang artinya dapat kita simpulkan bahwa modifikasi ini relatif aman dilakukan.

Saya tidak akan membahas detail dari proses modifikasi ini karena sudah banyak situs dan forum lain yang membahas hal tersebut. Sebaliknya saya akan menjelaskan secara umum mengenai proses yang saya lakukan terhadap ponsel saya, dan saya bersedia memberikan link resource yang anda butuhkan jika anda mengalami kesulitan dalam mengikuti proses yang saya lakukan.

Berikut adalah modifikasi yang saya lakukan terhadap i5700 (Versi firmware awal: I570EDXJC4) milik saya dengan firmware dari Samdroid:
  1. Hal pertama yang saya lakukan adalah mengaktifkan root dengan kernel LeshaK 2.02. Cara untuk melakukan hal ini sudah banyak dibahas di situs lain, yang saya rekomendasikan adalah di situs ini. Untuk proses ini, saya memerlukan aplikasi Odin (tools dari Samsung yang bocor di internet). Sebagai Linuxer, idealisme saya harus dikorbankan dulu untuk proses awal ini karena saya membutuhkan Microsoft Windows untuk proses flashing :p (Odin hanya berjalan di Windows).
  2. Setelah melewati proses tersebut, saya menggunakan SamdroidMod Kitchen untuk meracik system yang sesuai dengan selera saya :D. Saya menghindari pemakaian experimental komponen pada tools tersebut, dan tetap bertahan di versi kenel 2.05.1 (saya akan bahas alasannya kemudian). Untuk opsi lainnya cuma masalah selera, yang terpenting dari proses ini adalah pemilihan base package dengan kernel saja.
  3. Proses terakhir adalah mengoptimalkan system dengan SAMDROID TURBO. Yang terkenal dari project ini sebenarnya adalah implementasi DalvikVM dari Froyo (2.2) ke Eclair (2.1). Namun karena di beberapa situs disebutkan bahwa kondisi tersebut tidak stabil, saya tidak menyarankan untuk menggunakan FE Libs untuk penggunaan sehari-hari (kecuali jika anda ingin mencobanya sendiri). Saya hanya menggunakan Turbo Kernel dan SamTurboLibs dalam proses ini. Alasan sebelumnya saya tetap bertahan di kernel 2.05.1 adalah karena release terakhir Turbo Kernel pada project ini dibangun diatas kernel LeshaK 2.05.1.
Untuk proses terakhir, saya membutukan proses flashing Turbo Kernel yang memerlukan software Odin. Tetapi karena saya sudah melakukan proses kedua, dalam firmware Samdroid terdapat tools bml_flash yang dapat digunakan untuk melakukan flash kernel dan mengganti logo ketika ponsel anda pertama dihidupkan.

bml_flash terdapat di directory /system/xbin, untuk melakukan flashing kernel atau logo dengan menggunakan tools ini cukup mudah, anda tinggal menempatkan file kernel zImage atau file logo.png ke lokasi di ponsel anda (misalnya /sdcard) lalu kemudian mengeksekusi perintah berikut:

Flash Kernel
/system/xbin/bml_flash boot /sdcard/zImage

Flash Logo
/system/xbin/bml_flash boot3 /sdcard/logo.png

tentu saja anda membutuhkan koneksi ADB (Android Debugger Bridge) yang sudah berjalan dari PC anda untuk melakukan hal tersebut.

Kesimpulan

Saya pribadi cukup puas dengan sistem operasi Android. Karena sifatnya yang terbuka, hal ini memungkinkan kita untuk melakukan modifikasi sesuai selera. Sebuah OS untuk ponsel yang sebelumnya hanya menjadi rahasia vendor ponsel tersebut, dengan Android memungkinkan untuk komunitas pengguna memodifikasi atau bahkan membuat OS alternatif.

Sebagai contoh, komunitas Samdroid sudah mengeluarkan versi alpha dari Froyo (2.2) yang berjalan di i5700. Padahal dari vendornya sendiri (Samsung) belum ada kepastian apakah update ke Froyo akan diberikan atau tidak untuk ponsel tipe i5700.

Revolusi besar ini sangat memungkinkan untuk munculnya OS alternatif untuk ponsel terbuka. Tidak tertutup kemungkinan suatu saat akan lahir turunan dari Android seperti banyaknya turunan Linux pada saat ini.