Berkarya Dalam Keterbatasan

Baru saja ada yang bermain-main dengan melakukan profiling (secara sepintas) terhadap karakter saya. Dan menurutnya, saya masuk kedalam kategori: Choleric dan Melancholy. Untuk anda yang masih tersesat dengan istilah-istilah tersebut, silahkan menuju ke link ini: http://en.wikipedia.org/wiki/Personality_Plus terlebih dahulu :D

Saya sendiri tidak bisa menggambarkan apakah saya memang seperti itu, tapi saya pribadi lebih suka mendedikasikan diri untuk membangun karakter yang kuat. HRD saya di kantor lama yang juga ahli psikolog dan mantan manager saya pernah mengatakan bahwa saya ini pribadi yang unik, dan tidak sama dengan karyawan yang lain. Namun sayangnya, saya bukan yang paling berprestasi di kantor :p

Sepanjang perjalanan hidup, saya selalu dibatasi dengan "fasilitas hidup" yang ada di sekitar saya. Namun tanpa saya sadari ternyata keterbatasan itu menjadikan kita menjadi diri yang lebih kreatif. Dan di seluruh dunia, ternyata banyak sekali orang-orang yang sama seperti saya. Berada dalam keterbatasan yang pada akhirnya kita semua saling membantu untuk memundurkan (menjadikan lebih luas) batasan-batasan tersebut.

Contoh misalnya sistem operasi Linux, anda yang dari awal menggunakan sistem operasi ini tentunya pernah merasa apa yang kita lakukan di lingkungan sistem operasi ini sangat terbatas. Misalnya untuk melakukan pekerjaan yang paling sederhana di depan PC sekalipun seperti menggunakan aplikasi perkantoran untuk membuat presentasi (sebelum zaman StarOffice dan OpenOffice.org) merupakan hal yang sulit dilakukan, padahal di sistem operasi Windows hal ini sudah dapat dilakukan dengan mudah.

Kemudian sama halnya dengan memutar MP3 dan DVD di sistem operasi Linux, anda tidak perlu pusing-pusing memikirkan hal tersebut dengan sistem operasi Windows. Tapi point pentingnya adalah saat ini kita semua bisa bernafas lega karena bisa memundurkan batasan-batasan tersebut dari yang sebelumnya sangat terbatas hingga pada akhirnya wilayah atau area tersebut meluas. Bahkan sekarang sistem operasi Linux lebih populer di kalangan pelajar dan mahasiswa dibandingkan dengan sistem operasi lain.

Beberapa waktu ini saya fokus untuk mempelajari sistem Android, saya beruntung karena device yang saya peroleh merupakan device versi menengah kebawah untuk segmen ponsel dengan sistem operasi Android.

Dengan kemampuannya yang terbatas, hingga pada akhirnya banyak individu di seluruh dunia yang berpikiran sama tentang kemampuan dasar device tersebut, kemudian membentuk sebuah forum dan mengembangkan sendiri versi modifikasi dari apa yang menjadi masalah dan keterbatasan kita dengan device ini, akhirnya kita bisa menciptakan sebuah sistem yang lebih baik dari versi resmi yang direlease oleh vendor device tersebut.

Yang pada akhirnya kita semua merasa puas karena memiliki device yang jauh lebih canggih dari apa yang kita keluarkan untuk membayar ketika membeli device tersebut ... inilah namanya kekuatan komunitas ... :D

Karya yang baik dari sesuatu yang baik, itu biasa ... tetapi karya yang baik dari sesuatu yang biasa, itu baru luar biasa ...

Di lingkungan saya saat ini, banyak teman-teman saya yang terjun mendadak ke dunia fotografi! Entah ini sebagai profesi atau cuma hobby :D

Tapi memang beberapa tahun ini saya berada di lingkungan photografer, mulai dari bos saya sendiri di kantor lama, teman-teman yang kemudian terpengaruh sama hobby nya bos, sampe sekarang pun banyak profile picture teman-teman saya di facebook berubah menjadi hitam karena mukanya tertutup lensa kamera :D

Guys, remember ... bukan kamera atau lensanya aja! Inget pepatah: "man behind the gun" ... Buat karya bagus walaupun dengan lensa kit (stock) misalnya, atau meski hanya dengan kamera pocket sekalipun.

Karena itu tadi, karya bagus dengan alat yang bagus, itu biasa ... tetapi membuat karya bagus dengan keterbatasan alat ... itu baru luar biasa!

Cukup dua aja contohnya ya?! Sorry, It's just a simple thought of mine ...